halllooww everybadeh(?) ...
aku balik lagi dengan cuap-cuap gaje penghilang penatku..hehe.. kalian tentu pernah donk yang namanya bosan, bad mood, garing, jangkrik krik krik, dan rasanya pengen membuang semua penat kalian dengan tawa, iyakan pernahkan? pernah donk, malah sering.haha
Okeh, karena disini aku adalah seorang K-popers, maka kalau aku lagi BT *ini aku lho ya* aku lebih suka nontonin video-video lucu yang bisa bikin ngakak. Selama ini kita tau kalau boyband atau girlband Korea itu selalu menampilkan koreografi yang perfect. Nah, asal kalian tau ya, ternyata tidak selalu loh para idol itu tampil perfect di live stage performance mereka. Ada banyak grup idol yang tertangkap kamera salah koreo saat live stage, atau insiden-insiden semacam jatohlah, kepelesetlah, atau microphone mecleng(?) *apa ya bahasa Indonesianya? bingung.* well, dari pada kelamaan nanti keburu jamuran akaran, mending langsung liat aja, nih aku kasih linknya. Selamat menikmati :D
1.
2.
http://youtu.be/IoreUtzWgQE
3.
Rabu, 28 Mei 2014
Minggu, 25 Mei 2014
Cerpen atau song fict Speak Now
Aku suka sekali sama lagunya Taylor Swift yang judulnya "Speak Now". Jadi aku buat song fic aka cerpen dari lagu ini. Ini asli karya aku sendiri ya dengan setting lagu speak now. hehe
SPEAK NOW
KRIIIIING!!!!
Suara nyaring yang memekakkan telinga
itu berasal dari benda kecil berbentuk kepala Teddy bear. Benda itu terus
berteriak nyaring seakan tidak akan berhenti sebelum sang empunya bangun dari
tidurnya. Gadis yang tengah menutup kepalanya dengan bantal itu mencoba
mengindahkan suara nyaring dari jam weker yang berada di nakas dekat tempat
tidurnya. Ia semakin mengeratkan bantal di samping telinganya, berharap suara
nyaring menyebalkan yang mengganggu tidurnya itu berhenti. Tapi sialnya, benda
itu terus saja berbunyi membuat sang gadis terpaksa bangun dan melemparkan
bantal ke sembarang tempat.
“Aissh, menyebalkan sekali. Tidak
tahu apa kalau semalam aku hanya tidur 3 jam?” Gadis itu mendumel tidak jelas
sambil mematikan benda yang sudah dengan lancangnya menggangu tidurnya yang
singkat itu. Dilihatnya, jarum jam menunjukkan pukul 07.00 pagi. Gadis itu
melenguh pelan, lalu segera beranjak menuju meja riasnya. Ia tampak terkejut
ketika melihat pantulan wajahnya di cermin. Matanya sembab, kantung mata
bergelayut disana mirip sekali dengan Panda. Wajahnya kusut, rambutnyapun
benar-benar berantakan, belum lagi pipinya yang terlihat tirus, sungguh ini
adalah keadaan terburuk yang pernah ia alami.
Apakah efek dari patah hati itu
sebesar ini? Ya, benar. Gadis itu tengah mengalami patah hati. Semalaman dia
menangis, entah sudah berapa banyak tissue yang dia habiskan. Belum lagi dari
kemarin dia tidak makan sedikitpun. Mungkin terdengar berlebihan, tapi pada
kenyataannya jika siapapun berada dalam posisinya, pasti akan mengalami hal
yang sama dengan gadis ini. Siapa yang tidak akan menangis semalaman, jika lelaki
yang begitu ia kagum dan cintai akan menikah dengan wanita lain? Dan kalian tahu
kapan lelaki pujaan hatinya itu akan menikah? Hari ini, ya hari ini.
Benar-benar tragis, bukan?
Tok..tok..tok.. suara ketukan pintu
itu menghentikan sejenak tatapan miris gadis itu. Ia tengokkan kepalanya ke
arah pintu kamarnya. “Masuk! Pintunya tidak dikunci.” Sahutnya. Saat itu
terlihatlah seorang gadis imut berambut pendek memasuki area kamar. Dengan
sedikit terkejut ia menghampiri gadis yang tengah duduk di depan meja riasnya.
“Hei Jessica! apa yang terjadi
denganmu? Kau tampak berantakan sekali.” Gadis bernama Jessica itu hanya
mendesah kasar mendengar pertanyaan dari sahabatnya, Karen.
“Jangan bilang kau habis menangis
semalaman?” BINGO!! Tebakan Karen sangat tepat. Jessica masih saja bungkam.
Namun tanpa dijawabpun, Karen sudah tahu bahwa tebakannya itu benar.
“Oh ayolah Jessica. Kau bilang kau
sudah bisa merelakan Mario.”
“Entahlah, ini benar-benar membuatku
frustasi.”
“Aku mengerti perasaanmu, tapi apa
kau akan terus-terusan seperti ini? Kau tidak mau hadir ke pesta pernikahan
Mario dan Nicol?” Tanya Karen.
“Aku rasa tidak. Aku tidak akan kuat
melihatnya.” Jawab Jessica sambil menundukkan kepalanya.
“Kau tahu Jessica, padahal aku
berfikir kau akan memperjuangkan cintamu. Aku tahu kau dan Mario itu saling
mencintai, dia hanya terlalu bodoh untuk menyadari itu.”
“Itu tidak mungkin. Mario tidak
mungkin mencintaiku.” Keluh Jessica.
“Dari mana kau tahu kalau Mario tidak
mencintaimu, hah? Kau jangan ikut-ikutan bodoh. Jessica yang ku kenal adalah
gadis yang akan memperjuangkan impiannya.” Sahut Karen dengan penuh semangat.
“Lalu apa yang harus aku
lakukan?” Tanya Jessica. Karen tampak berbisik pada Jessica, setelahnya ia
tersenyum penuh arti.
===***===
Gadis dengan gaun berbentuk kue itu
tampak sedang mematut dirinya di depan cermin besar yang ada sebuah ruangan khusus.
Gadis itu, Nicol tidak henti-hentinya mengukir senyum di bibirnya. Pasalnya
dalam bayangannya hari ini akan menjadi hari yang paling bersejarah dan tidak
akan pernah terlupakan selama hidupnya, hari pernikahannya dengan Mario, pria
yang menjadi obsesinya.
Entah sejak kapan, Jessica sudah
memasuki Hall Room tempat akan diadakannya resepsi. Ia mengendap dan melihat
teman-teman Mario dan beberapa keluarga dari Nicol
“Cih menyebalkan, warna cerah itu
sangat tidak cocok dipakai mereka. Terlihat aneh.” Cibir Jessica pada keluarga
Nicol yang semuanya memakai baju berwarna pastel. Jessica terus menelusuri
ruangan itu. Mencoba mencari sosok Mario. Namun rupanya bukan Mario yang ia
temukan, tapi justru Jessica mendengar suara Nicol yang berteriak pada
perngiring pengantin perempuan. Itu artinya upacara pernikahan akan segera
dimulai. Jessica mulai sedikit panik dan melamun.
This is surely not what you thought
it will be. I lose myself in the daydream where I stand and stay.
“Aku tahu ini gila, dan ini tentu
bukan yang kau pikirkan, Mario. Tapi saat ini aku tengah tenggelam dalam
lamunan dimana aku berdiri dan berada.” Batin Jessica.
===***===
Kini semua keluarga dari calon
pengantin dan tamu undangan sudah memadati kursi di dalam gereja tempat akan
dilaksanakannya upacara pernikahan Mario dan Nicol. Mario sudah menunggu di
depan altar dengan tuxedo putih yang membalut tubuhnya, sementara Nicol baru
akan memasuki gereja ditemani dengan pengiringnya. Tepat saat mempelai wanita memasuki
gereja, pianopun mulai dimainkan. Bagi Jessica, lagu yang terdengar seperti
lagu kematian. Dia yang berdiri di bagian samping gereja jelas menatap tajam ke
arah Nicol, tatapannya mengisyaratkan kebencian. Nicol yang tak sengaja melirik
ke arah samping, menangkap sosok gadis yang sangat tidak dia inginkan datang ke
pesta pernikahannya ini. Tapi ia buang jauh-jauh pikiran bahwa sosok itu adalah
Jessica. Terlihat dari gerturnya yang sedikit menggeleng-gelengkan kepalanya.
Padahal siapa sangka, ternyata sosok yang dilihatnya itu memang Jessica, hanya
saja tadi Jessica dengan gesit bersembunyi di balik tirai.
She floats down the aisle like a
pageant queen. But I know you wish it was me, you wish it was me, don’t you?
Nicol terus berjalan menyusuri lorong
gereja bak ratu kecantikan. Senyumnya tidak pernah hilang dari wajah
menyebalkannya itu. Jessica keluar dari persembunyiannya, ia tatap sosok Mario
yang berada di depan sana. Wajah Mario sama sekali tidak menampakkan bahwa dia
tengah bahagia menunggu mempelai wanitanya sampai di depan altar.
“Aku tahu kalau kau mengharapkan itu
aku, benarkan?” Gumam Jessica sambil tersenyum menatap sosok Mario.
===***===
Kini kedua mempelai telah berdiri di
depan altar berhadapan dengan seorang pendeta yang katakanlah sudah tua.
Kira-kira usianya sekitar 70th. Pendeta itu siap membimbing kedua
mempelai untuk mengucapkan sumpah pernikahan.
“Untuk mempelai wanita, Nicol. Apakah
kau bersedia hidup bersama suamimu, menerimanya dalam keadaan senang dan
susah?” Tanya pendeta tua itu.
“Ya, saya bersedia.” Jawab Nicol
dengan mantap dan penuh percaya diri. Sekarang tiba giliran mempelai pria yang
akan mengucapkan sumpahnya.
“Baik, untuk mempelai pria, Mario.
Apakah kau bersedia hidup bersama istrimu, menerimanya dalam keadaan senang maupun
sedih?” Tidak ada jawaban dari Mario, ia hanya menatap kosong pendeta
dihadapannya. Entah ia menyadari atau tidak, pendeta itu sudah mengucapkan
pertanyaan itu sebanyak 3 kali, namun Mario masih tetap membisu.
Don’t say yes, run away now. I’ll
meet you when you’re out of the church at the back door. Don’t wait or say a
single vow. You need to hear me out, and they said “speak now”
“Ku mohon jangan katakana Iya,
berlarilah sekarang. Aku akan menemuimu di saat kau keluar gereja di pintu
belakang. Jangan menunggu, atau ucapkan janji. Kau harus mendengarkanku.”
Jessica terus menggumamkan kata-katanya yang terdengar seperti sebuah do’a.
Sambil menelungkupkan kedua tangannya dan memejamkan kedua matanya, ia
benar-benar berharap Mario akan bisa merasakan ikatan batin dengannya.
“Saudara Mario, apakah Anda mendengar
suara saya?” Ujar pendeta itu berusaha menyadarkan Mario yang terlihat
linglung. Nicol yang berada di sampingnya terus memanggil nama Mario sambil
menggungcangkan tubuhnya. Wajah Nicol nampak gelisah. Para tamu saling
berbincang, suasana menjadi gaduh, mereka berkata pada mempelai pria untuk
segera mengucapkan janjinya.
I hear the preacher say, “Speak now
or forever hold you peace.”
Setelah itu dengan lantang si pendeta
berucap, “Bicaralah sekarang atau diam selamanya.” Semua diam, tidak ada lagi
suasana gaduh, dan itulah kesempatan terakhir untuk Jessica. Ia berdiri dengan
dengan tangan gemetar, semua mata tertuju padanya. Nampak wajah-wajah ketakutan
dari semua orang yang berada di dalam ruangan. Tetapi, Jessica hanya focus pada
satu arah, yaitu Mario.
I am not the kind of girl, who should
be rudely barging in on a white veil occation. But you are not the kind of boy,
who should be marrying the wrong girl.
“Aku bukan tipe gadis yang ingin
mengacaukan upacara pernikahan. Tapi, aku tahu kau juga bukan tipe laki-laki
yang mau menikah dengan gadis yang salah.” Dengan suara yang sedikit bergetar,
Jessica mengucapkan kata-kata itu dengan cukup lantang. Semua tamu sontak
terkejut dengan apa yang mereka saksikan tadi, tidak terkecuali Nicol. Bahkan
matanya membelalak seperti mau keluar dari tempatnya, mulutnya menganga lebar.
Mario yang tampak takjub dengan aksi Jessica, baru tersadar. Seketika senyum
merekah diwajahnya. Ia mantapkan hatinya untuk mengakhiri pernikahan konyol
ini. Ucapan gadis bernama Jessica itu mampu menghilangkan semua keraguan dan
kebimbangan hatinya. Mario berjalan ke tempat dimana Jessica berdiri.
And you’ll say “Let’s run away now”.
I’ll meet you when I’m out of my tux at the back door.” Baby, I didn’t say my
vows. So glad you were around, when they said “Speak now.”
“Ayo kita lari sekarang!” Mario
mengulurkan tangannya saat sudah tepat berada di depan Jessica. Jessica
tersenyum bahagia, matanya mulai berkaca-kaca. Ia tidak percaya semua ini
terjadi. Sebelum menerima uluran tangan Mario, Jessica menatap sebentar ke arah
Karen. Ia seolah meminta persetujuan dari Karen. Bagaimanapun ini adalah ide
Karen, dia yang sudah memberinya motivasi untuk memperjuangkan cintanya. Karen
yang mengerti akan hal itu, mengangguk pasti seolah mengisyaratkan “pergilah”.
Jessica dan Mario saling bergandengan
tangan, mereka berlari menuju pintu keluar. Mereka sama sekali tidak
mempedulikan ucapan-ucapan dari orang-orang di gereja itu. Namun langkah mereka
tiba-tiba saja terhenti.
“Mariiooooooo!!! Jangan tinggalkan
aku!! Aku mencinaimu, Hiks..”. Teriakan Nicol yang menggema disertai isak
tangis yang memilukan, membuat Mario menghentikan langkahnya. “Tunggu aku di
pintu belakang.” Ucap Mario pada Jessica. Ia balikkan badannya dan kembali
menuju altar dimana Nicol berdiri. Melihat Mario kembali, Nicol langsung
tersenyum bahagia, dia berfikir Mario telah berubah fikiran dan akan
melanjutkan pernikahan dengannya. Sesampainya di depan Nicol, Mario malah
membuka tuxedo putihnya dan memberikannya pada Nicol.
“Maaf, aku tidak bisa membalas
cintamu. Dan aku rasa tuxedo ini tidak pantas untukku. Ku harap kau bisa
menemukan orang yang tepat untuk memakai tuxedo ini ketika bersanding di altar
bersamamu.” Ucap Mario tulus, dia sunggingkan senyum termanisnya untuk Nicol.
Anggaplah sebagai senyuman perpisahan. Mario kembali berlari keluar gereja, ia
akan menemui pujaan hatinya, gadis yang sebenarnya ia cintai dan ingin dia
nikahi, siapa lagi kalau bukan Jessica. Nicol hanya bisa menangis, meratapi
nasibnya yang menyedihkan. Dia bersumpah, hari ini benar-benar akan menjadi
hari yang bersejarah dan tidak akan pernah terlupakan seumur hidupnya. Bukankah
begitu Nicol? :D
=== THE END
===
Kekalahan Tim Thomas Indonesia
DIBALIK KEKALAHAN TIM THOMAS INDONESIA
Christian Hadinata angkat bicara soal raihan tim Indonesia di ajang Piala Thomas 2014. Tim Thomas Indonesia belum berhasil meraih target gelar juara setelah dikalahkan Malaysia 3-0 di semifinal.
Berikut hasil wawancara Badmintonindonesia.org bersama legenda hidup bulutangkis Indonesia sekaligus manajer tim Thomas 2014 ini.
Bagaimana komentar anda mengenai pertandingan semifinal?
Pertandingan ganda putra di partai kedua memang sangat menentukan. Saat sudah unggul 20-19, Hendra/Ahsan belum bisa mematikan bola, padahal lawan sangat terjepit posisinya. Tiap pertandingan pasti ada faktor luck dan unluck.
Bisa dibilang poin ini sangat menentukan dan bisa mengubah semua. Poin ini bahkan bisa saja mengantarkan Malaysia menjuarai Piala Thomas. Sebaliknya, jika Hendra/Ahsan mendapatkan poin ini, mungkin tim Indonesia bisa melaju ke final dan tak menutup peluang untuk juara. Satu poin ini dapat mengubah sejarah.
Nomor ganda putra memang menjadi strong point di tim Thomas, kalau strong point ini kalah ya susah. Seperti Lee Chong Wei yang menjadi strong point di tim Malaysia. Peran Chong Wei sangat besar, semua tunggal pertama negara lain bisa dikalahkan oleh Chong Wei.
Sementara di tim kami, Hendra/Ahsan yang menjadi andalan, saat mereka kalah, Hayom sudah di bawah tekanan, dia sepertinya blank di lapangan. Walaupun seharusnya tidak begitu, kalau saya sih dulu tidak terpengaruh, teman saya kalah, saya harus menang.
Hendra/Ahsan adalah pasangan nomor satu dunia dan sudah pernah mengalahkan semua ganda putra, apakah mereka sempat merasa over confident?
Oh tentunya tidak, over confident itu identik dengan memandang rendah lawan. Mereka adalah pasangan senior, apalagi Hendra. Mereka sudah tahu situasinya seperti apa, tidak pernah meremehkan lawan.
Persiapan tim sudah sangat maksimal, mulai dari karantina, simulasi, team building dan sebagainya. Hasil undian pun cukup menguntungkan. Menurut anda, apa yang dirasa masih kurang?
Kalau diperhatikan, belakangan ini Indonesia selalu gagal di nomor beregu. Semuanya terjadi karena kekuatan kita tidak merata. Contohnya di Piala Sudirman 2013, kita sudah memberi perlawanan ketat kepada Tiongkok dimana nomor ganda campuran dan ganda putra sudah memberi kemenangan. Tetapi, nomor lainnya belum bisa, padahal kita hanya butuh satu poin lagi.
Kita harus punya kekuatan di sektor lain, kalau seperti ini terus, bebannya akan ketiban ke ganda putra dan campuran terus. Seharusnya dalam pertandingan beregu, beban itu bisa dibagi merata ke semua anggota tim.
Sektor lain harus memperbaiki diri, karena kelemahan kita di beregu sudah kelihatan jelas. Kita jangan mau dieksploitasi oleh lawan, karena semua negara kalau lawan Indonesia sudah bisa menebak kalau kita pasti mengandalkan dua ganda, seperti di Piala Thomas kali ini. Tapi Angga/Rian juga tidak bisa dibilang dominan.
Apakah sempat ada pertimbangan untuk menurunkan Simon Santoso sebagai tunggal kedua?
Penampilan Simon memang sedang membaik, namun Simon sudah dipersiapkan untuk menjadi andalan jika skor imbang 2-2 dan partai kelima harus dimainkan. Masalahnya, perkiraan meleset di Hendra/Ahsan.
Hendra/Ahsan sudah berhasil melewati masa kritis saat melawan Korea. Saat itu kami juga ketinggalan 0-1 dan mereka harus berhadapan dengan Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong, dimana Hendra/Ahsan belum pernah sekalipun menang dari tiga pertemuan.
Jadi kami berpikir kalau Hendra/Ahsan akan mampu mengatasi pasangan Malaysia.
Lalu apa yang mesti dievaluasi? Apalagi dalam waktu dekat ada kejuaraan Asian Games dan Piala Thomas dan Uber 2016?
Kita harus mencari seorang fighter, artinya atlet yang punya daya juang tinggi di pertandingan beregu. Contohnya Firda, kalau di pertandingan perorangan biasa-biasa saja, tapi kalau di beregu sangat luar biasa. Atlet seperti inilah yang perlu dicari untuk kejuaraan beregu, seorang fighter sejati.
Untuk Asian Games, karena waktunya sudah dekat, persiapannya mungkin dari pertandingan-pertandingan yang diikuti sebelumnya. Tidak usah berpikir jauh-jauh ke Piala Thomas 2016, kalau di Asian Games sudah bisa juara, ini adalah pembuktian.
Selama Piala Thomas 2014, Ihsan dan Ricky/Berry belum sempat diturunkan, bagaimana komentar anda?
Memang mereka belum ada kesempatan untuk diturunkan. Tapi menjadi bagian tim Thomas pasti banyak manfaatnya buat mereka yang merupakan pemain muda.
Saat menonton pertandingan, tentu mereka berpikir bagaimana rasanya berada di posisi ini? Apakah saya bisa? Mereka kan bisa belajar, mungkin buat SEA Games 2015.
Ajang SEA Games sebetulnya dapat dijadikan sebagai wadah bagi pemain muda untuk mencari pengalaman, tetapi kadang bulutangkis diberi target medali emas. Sehingga harus menurunkan pebulutangkis terbaik, jadi bisa saja yang diturunkan di SEA Games itu Hendra/Ahsan lagi. Buat pemain-pemain muda, kalau belum bisa di SEA Games, nanti bagaimana mau ke Asian Games?
cr : tibunnews.com
Jujur sampai saat ini aku masih kecewa dengan hasil menyakitkan ini. Tapi ya mau bagaimana lagi? nasi sudah menjadi bubur :( aku sebagai BL sejati *jiaah* berharap semoga di turnament selanjutnya khususnya Asian Games yang waktunya sebentar lagi, INA bisa meraih hasil yang memuaskan, dan tentunya untuk atlet-atlet muda bolehlah PBSI coba turunkan mereka supaya ada pengalaman, jangan hanya mengandalkan atlet-atlet senior saja. Pokokknya selalu dukung bulu tangkis Indonesia :)
Lirik dan terjemah Lagu Never Say Never by Justin Bieber ft Jaden Smith
Nah, kali ini aku mau ngepost lirik
lagu dari salah satu penyanyi favorit aku, yaitu Justin Bieber. Emang sih ini
lagu udah lama, cuma aku suka karena lagu ini memiliki makna dan arti yang
sangat bagus. Isinya bisa membangkitkan semangat kita supaya kita jangan mudah
menyerah dan tidak pernah berkata tidak mungkin jika kita yakin bisa. Ok dari
kelamaan cuap-cuap mending langsung aja. Check it out!!
NEVER
SAY NEVER
by
Justin Bieber ft Jaden Smith
I never thought that I could walk
through fire
Tak pernah kukira aku bisa melintasi bara api
I never thought that I could take the burn
Tak pernah kukira aku bisa menahan panas terbakar
I never had the strength to take it higher
Tak pernah aku punya kekuatan untuk naik ke tempat lebih tinggi
Until I reached the point of no return
Hingga kucapai titik tak bisa kembali
BRIDGE
And there’s just no turning back
Dan tak ada jalan kembali
When your hearts under attack
Jika hatimu tak tahan banting
Gonna give everything I have
Aku kan berusaha semampuku
It’s my destiny
Inilah takdirku
I will never say never! (I will fight)
Aku takkan pernah berkata tak mungkin (aku kan berusaha)
I will fight till forever! (make it right)
Aku akan terus berusaha! (mencapainya)
Whenever you knock me down
Tiap kali kau jatuhkan aku
I will not stay on the ground
Aku takkan diam saja
Pick it up
Bangkitlah
Pick it up
Bangkitlah
Pick it up
Bangkitlah
Pick it up up up
Bangkitlah
And never say never
Dan jangan pernah berkata tak mungkin
I never thought I could feel this power
Tak pernah kukira bisa kurasakan kekuatan ini
I never thought that I could feel this free
Tak pernah kukira bisa kurasakan kebebasan ini
I’m strong enough to climb the highest tower
Aku cukup kuat untuk mendaki menara tertinggi
And I’m fast enough to run across the sea
Dan aku cukup cepat untuk seberangi lautan
BRIDGE
CHORUS
Here we go!
Mari mulai
Guess who?
Tebak siapa?
JSmith and Jb!
JSmith dan JB!
I gotcha lil bro
Aku punya adik
I can handle him
Aku bisa mengalahkannya
Hold up, aight?
Tunggu saja
I can handle him
Aku bisa mengalahkannya
Now he’s bigger than me
Kini dia lebih besar dariku
Taller than me
Lebih tinggi dariku
And he’s older than me
Dan dia lebih tua dariku
And stronger than me
Dan lebih kuat dariku
And his arms a little bit longer than me
Dan lengannya sedikit lebih panjang dariku
But he ain’t on a JB song with me!
Namun dia tidak di lagu JB bersamaku
I be trying a chill
Aku akan berusaha santai
Tak pernah kukira aku bisa melintasi bara api
I never thought that I could take the burn
Tak pernah kukira aku bisa menahan panas terbakar
I never had the strength to take it higher
Tak pernah aku punya kekuatan untuk naik ke tempat lebih tinggi
Until I reached the point of no return
Hingga kucapai titik tak bisa kembali
BRIDGE
And there’s just no turning back
Dan tak ada jalan kembali
When your hearts under attack
Jika hatimu tak tahan banting
Gonna give everything I have
Aku kan berusaha semampuku
It’s my destiny
Inilah takdirku
I will never say never! (I will fight)
Aku takkan pernah berkata tak mungkin (aku kan berusaha)
I will fight till forever! (make it right)
Aku akan terus berusaha! (mencapainya)
Whenever you knock me down
Tiap kali kau jatuhkan aku
I will not stay on the ground
Aku takkan diam saja
Pick it up
Bangkitlah
Pick it up
Bangkitlah
Pick it up
Bangkitlah
Pick it up up up
Bangkitlah
And never say never
Dan jangan pernah berkata tak mungkin
I never thought I could feel this power
Tak pernah kukira bisa kurasakan kekuatan ini
I never thought that I could feel this free
Tak pernah kukira bisa kurasakan kebebasan ini
I’m strong enough to climb the highest tower
Aku cukup kuat untuk mendaki menara tertinggi
And I’m fast enough to run across the sea
Dan aku cukup cepat untuk seberangi lautan
BRIDGE
CHORUS
Here we go!
Mari mulai
Guess who?
Tebak siapa?
JSmith and Jb!
JSmith dan JB!
I gotcha lil bro
Aku punya adik
I can handle him
Aku bisa mengalahkannya
Hold up, aight?
Tunggu saja
I can handle him
Aku bisa mengalahkannya
Now he’s bigger than me
Kini dia lebih besar dariku
Taller than me
Lebih tinggi dariku
And he’s older than me
Dan dia lebih tua dariku
And stronger than me
Dan lebih kuat dariku
And his arms a little bit longer than me
Dan lengannya sedikit lebih panjang dariku
But he ain’t on a JB song with me!
Namun dia tidak di lagu JB bersamaku
I be trying a chill
Aku akan berusaha santai
They be trying to side
with the thrill
Mereka akan berusaha memihak pada kegembiraan
No pun intended, was raised by the power of Will
Ini bukan lelucon, dibesarkan oleh kekuatan kehendak
Like Luke with the force, when push comes to shove
Seperti Luke dengan kekuatannya, saat tekanan menerjang
Like Cobe with the 4th, ice water with blood
Dengan Cobe dengan lemparan keempat, air es dengan darah
I gotta be the best, and yes
Aku harus menjadi yang terbaik, dan ya
We’re the flyest
Kami yang terkeren
Like David and Goliath
Seperti Daud dan Goliath
I conquered the giant
Kutaklukkan raksasa
So now I got the world in my hand
Maka kini dunia dalam genggamanku
I was born from two stars
Aku lahir dari dua bintang
So the moon’s where I land
Maka bulanlah tempatku berada
CHORUS (2x)
No pun intended, was raised by the power of Will
Ini bukan lelucon, dibesarkan oleh kekuatan kehendak
Like Luke with the force, when push comes to shove
Seperti Luke dengan kekuatannya, saat tekanan menerjang
Like Cobe with the 4th, ice water with blood
Dengan Cobe dengan lemparan keempat, air es dengan darah
I gotta be the best, and yes
Aku harus menjadi yang terbaik, dan ya
We’re the flyest
Kami yang terkeren
Like David and Goliath
Seperti Daud dan Goliath
I conquered the giant
Kutaklukkan raksasa
So now I got the world in my hand
Maka kini dunia dalam genggamanku
I was born from two stars
Aku lahir dari dua bintang
So the moon’s where I land
Maka bulanlah tempatku berada
CHORUS (2x)
Langganan:
Komentar (Atom)


